Melansir AFP, Merkel dan Macron sudah menyampaikan keinginannya itu melalui sambungan telepon dengan Putin. Berdasarkan keterangan pers kantor Merkel, kanselir Jerman itu prihatin atas bencana yang menimpa penduduk Provinsi Idlib, Suriah.
"Merkel dan Macron menyerukan untuk segera mengakhiri pertempuran dan memberikan akses kemanusiaan kepada mereka yang membutuhkan," mengutip keterangan pers mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rusia dan Iran mendukung rezim Presiden Bashar Al Assad. Sementara Turki bersama Amerika Serikat dan beberapa negara lain mendukung massa yang kontra terhadap pemerintah Assad.
[Gambas:Video CNN]
Dalam sembilan tahun, jutaan warga sipil telah mengungsi. Sedikitnya 380 ribu orang terbunuh akibat perang tersebut.
Terbaru, Rusia menolak gencatan senjata seperti yang dikehendaki PBB. Rusia juga meminta Turki agar berhenti memberi bantuan terhadap kalangan pemberontak.
Kami mendesak Turki untuk menghindari insiden agar menghentikan pemberian bantuan kepada kelompok teroris dan menyerahkan senjata mereka," tutur Kementerian Pertahanan Rusia, mengutip AFP, Kamis (20/2).
Presiden Bashar Al Assad juga mengklaim telah memenangkan pertempuran di sejumlah wilayah. Terutama di Aleppo dan Idlib. Berkaca dari itu, dia optimis bisa menghentikan kalangan pemberontak di wilayah lain.
(bmw/afp/bmw)