Menteri Pendidikan Yoon Eun-hae mengatakan kegiatan belajar dan mengajar di sekolah mulai dari TK, SD, SMP dan SMA di seluruh Korea Selatan libur pada 2-9 Maret 2020. Tanggal itu menandai penundaan sepekan dari awal tahun ajaran baru.
Pemerintah menyatakan bakal menyediakan program pengasuhan anak di taman kanak-kanak dan sekolah dasar bagi anak-anak yang orang tuanya tak bisa merawat di rumah atau yang tidak mendapatkan libur dari perusahaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir Yonhap, pemerintah Korea Selatan juga menetapkan 7-10 hari mendatang menjadi momen krusial melawan penyebaran wabah virus corona.
Berdasarkan laporan terakhir, melansir The Korea Herald, salah satu korban yang baru dikonfirmasi terdampak virus corona adalah anak berusia 4 tahun di Daegu. Anak perempuan tersebut menjadi yang pasien termuda terdampak corona. Sebelumnya, pasien termuda berusia 11 tahun.
Saat ini, anak perempuan 4 tahun tersebut telah dikarantina dan menjalani perawatan bersama sang ibu setelah mengalami demam. Kesehatannya langsung dicek karena mengetahui salah satu gurunya terinfeksi virus corona.
[Gambas:Video CNN]
Selain sekolah, sejumlah pusat perbelanjaan di Korea Selatan juga memilih menutup toko sementara seperti Shinsegae Department Store di Gangnam akibat dikunjungi pasien terinfeksi virus corona beberapa waktu lalu. Pihak manajemen memilih menutup sementara untuk desinfeksi dan sanitasi seluruh bangunan terlebih dahulu.
Hal serupa dilakukan Lotte Department Store yang menutup toko di bagian barat Seoul setelah dikunjungi pasien terinfeksi virus corona. Penutupan sementara dinilai untuk mencegah penyebaran dan alasan keselamatan masyarakat.
Berdasarkan data resmi pemerintah Korea Selatan, hingga Minggu (23/2) sore, lima orang telah meninggal dunia akibat virus corona. (chr/ain)