Guna mencegah penyebaran virus corona, pemerintah Italia memutuskan untuk menutup sejumlah fasilitas publik.
Luca Zaia, gubernur wilayah Veneto dengan ibukota Venesia, juga membatalkan festival Venesia yang terkenal, setelah dua dari 25 kasus virus Korona di provinsi tersebut terjadi di Venesia. Selain itu, sejumlah museum, sekolah dan universitas juga ditutup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Kesehatan Italia Roberto Speranza juga mengumumkan aturan pembatasan lain, seperti penutupan jalur transportasi umum, penutupan gedung-gedung publik, dan pengawasan serta karantina individu yang diduga telah terkena virus Korona.
[Gambas:Video CNN]
"Kami pada dasarnya meminta setiap orang yang datang dari daerah yang dilanda epidemi untuk tetap berada di dalam rumah", ujarnya dalam konferensi pers.
Akibat dari kenaikan drastis kasus infeksi virus corona tersebut, termasuk di wilayah utara Italia seperti Veneto, beberapa kota mencanangkan tindakan darurat yang ketat, seperti penutupan atraksi-atraksi publik.
Kementerian Pendidikan Italia juga membatalkan kunjungan murid-murid sekolah baik di dalam maupun ke luar Italia.
Menteri Dalam Negeri Luciana Lamorgese juga menginstruksikan untuk mengkarantina sebuah kapal penyelamat migran di wilayah Sisilia. Kapal Ocean Viking yang membawa 274 migran beserta para kru dikarantina di kota Pozzallo, sebuah kota di tepi laut Mediterania.
Kepala Kepolisian Italia, Anggelo Borelli, menyatakan ada tiga orang meninggal dan paling tidak 152 orang terpapar virus Korona di Italia. Di Milan, Regione Lombardia terdapat 11 kasus.
Pemerintah Italia berusaha mencari patient zero, yakni orang pertama yang terpapar virus corona dari luar wilayah Italia. Namun hingga kini belum berhasil.
Kesulitan untuk menemukan patient zero menyebabkan proyeksi kasus baru paparan virus menjadi sulit. (fdi/ayp)