Seperti dilansir AFP, Rabu (26/2), keputusan menunda latihan militer gabungan itu disampaikan oleh Menteri Pertahanan AS, Mark Esper, Panglima Militer AS di Korea Selatan, Jenderal Robert Adams, dan Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Korsel, Jenderal Park Han-ki.
"Kami berencana untuk menunda latihan komando pusat karena perkembangan virus corona," kata Esper dalam jumpa pers di Seoul.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guna mencegah penyebaran, dia memerintahkan untuk membatasi pergerakan prajurit di seluruh markas.
"Situasinya semakin serius," kata Jeong.
[Gambas:Video CNN]
AS dan Korsel memang rutin menggelar latihan perang bersama. Kegiatan itu kerap mengundang kecaman dari negara tetangga mereka, Korea Utara.
Sampai hari Kamis, (27/2), tercatat ada 1.595 orang yang dilaporkan tertular virus corona di Korsel. Sebanyak 12 orang di antaranya meninggal.
Pusat penyebaran virus itu terjadi di Daegu, khususnya di antara para jemaat Gereja Shincheonji. Kini pemerintah setempat berencana melakukan uji medis terhadap 200 ribu jemaat.
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Korsel, Kim Gang-lip, mereka mengirim kembali sekitar 205 dokter dan perawat untuk membantu penanganan virus corona di Daegu. (ayp/ayp)