Mereka yang memberikan ucapan selamat termasuk para politikus dipimpin Mohamad Azmin Ali dan Zuraida Kamaruddin, yang dianggap membelot dari Partai Keadilan Rakyat (PKR) dan koalisi Pakatan Harapan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekjen UMNO, Tan Sri Annuar Musa, menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pendukung koalisi mereka, untuk menyelesaikan krisis politik sesuai undang-undang dasar dan aturan hukum.
"Setelah ini, kita harus membantu perdana menteri membangun negeri," kata Takiyuddin.
"Alhamdulillah. Kerja keras selama sepekan. Kami berhasil menjadikan Tan Sri Muhyiddin sebagai perdana menteri Malaysia. Ini waktu yang menggembirakan setelah satu pekan yang dinamis," kata anggota parlemen dari Ampang tersebut.
Sementara itu, koalisi Pakatan Harapan menyatakan masih tetap mendukung Mahathir Mohamad sebagai kandidat perdana menteri. Mereka mengklaim Mahathir juga memperoleh dukungan mayoritas di parlemen.
"Kami sudah memberikan rincian tentang statuta deklarasi dukungan," kata Wakil Presiden Partai Amanah Negara, Datuk Seri Salauddin Ayub.
Pengunduran diri Mahathir diduga terkait dengan gerakan politik yang berupaya membentuk koalisi baru dengan merekrut anggota Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM), UMNO, Partai Islam SeMalaysia (PAS) dan faksi PKR yang dipimpin oleh mantan wakil PKR, Mohamad Azmin Ali.
[Gambas:Video CNN]
PKR lantas memutuskan memecat Azmin dan Zuraida yang dianggap berkhianat. Hal ini adalah buntut perseteruan politik internal antara Anwar dan Azmin sejak beberapa waktu lalu.
Kepada Anwar, Mahathir mengklaim tidak terlibat dengan upaya untuk membentuk koalisi pemerintahan baru dengan merekrut kelompok oposisi.
Mahathir sendiri mengirimkan surat kepada Raja Malaysia yang menyatakan restu kepada Muhyidin menjadi perdana menteri tidak tepat. Pria berusia 94 itu pun mengklaim telah mendapatkan dukungan lebih dari cukup untuk menjabat perdana menteri yakni sokongan dari 114 anggota parlemen. Untuk diketahui, guna menjadi perdana menteri Malaysia dibutuhkan paling tidak 112 dukungan dari anggota parlemen.