Dampak Corona, Masa Libur Pendidikan di Korsel Diperpanjang

CNN Indonesia
Minggu, 01 Mar 2020 00:47 WIB
Dosen di Univ Andalas yang juga pengajar tamu perguruan tinggi di Korsel mengatakan masa libur mahasiswa di sana diperpanjang terkait wabah virus corona. Seorang pekerja dengan pakaian pelindung menyemprotkan cairan disinfektan di depan RS Daenam, Cheongdo, Korea Selatan, 21 Februari 2020. (AP/Lim Hwa-young/Yonhap)
Padang, CNN Indonesia -- Kegiatan perkuliahan di Korea Selatan (Korsel) terkena dampak antisipasi risiko penularan virus corona (Covid-19).]

Masa perkuliahan yang seharusnya dimulai pada 2 Maret itu ditunda hingga dua pekan ke depan.

Maryani Ahmad (34), yang menjadi pengajar Bahasa Melayu di Hankuk University of Foreign Studies (HUFS), mengatakan masa libur perguruan tinggi di Korsel yang dimulai sejak 21 Desember 2019 seharusnya berakhir pada 1 Maret 2020. Namun, sebab pengaruh wabah Covid-19, sejauh ini perkuliahan diundur hingga 16 Maret 2020.


Bukan hanya perguruan tinggi, kata Maryani, sekolah-sekolah pun ditutup sementara untuk mengantisipasi risiko penularan Covid-19.

"Sekolah juga ditutup sementara di daerah Yongin ini. Anak saya libur sampai 8 Maret atau sampai pemberitahuan baru dikeluarkan," ujar Maryani kepada CNNIndonesia.com melalui pesan WhatsApp, Sabtu (29/2).

Anaknya bersekolah di salah satu taman kanak-kanak di Kota Yongin.

Pengajar Bahasa Indonesia di HUFS, Ivan Adilla mengatakan sejauh ini di tempatnya ada kebijakan masa kuliah yang dimulai pada 16 Maret nanti bukan tatap muka di ruang kelas, melainkan kuliah dalam jaringan (daring/online). Setelah itu, barulah kuliah di kelas dilaksanakan atau setelah situasi membaik.

"Belum boleh kuliah tatap muka," ucap Ivan yang kini sedang berada di Indonesia sejak 14 Februari lalu.

Ia merupakan dosen Sastra Indonesia Universitas Andalas, Padang, yang menjadi dosen tamu di HUFS.

Perpanjangan masa libur kuliah itu, kata Ivan, berlaku untuk semua perguruan tinggi di Korsel. Pada 27 Februari pemerintah setempat melalui kementerian terkait merekomendasikan semua perguruan tinggi untuk mengundurkan jadwal masuk kuliah.  Ivan sendiri sudah memperoleh pemberitahuan itu dari kampusnya melalui surel pada 12 Februari.

Selain itu, sambungnya, jadwal wisuda pun ditunda. Ia memperoleh informasi bahwa kawannya yang kuliah S-3 di Seoul National University belum bisa wisuda karena ada larangan untuk berkumpul dari pemerintah.

Reno Wulan Sari, pengajar Bahasa Indonesia di Busan University of Foreign Studies, juga mengatakan perpanjangan libur kuliah berlaku untuk semua perguruan tinggi karena jadwal semua kampus serentak, termasuk jadwal wisuda.

"Kemarin mendapatkan informasi baru bahwa kuliah tanggal 16 Maret dilakukan secara online sampai akhir Maret. Tetapi kampus belum mengabarkan teknisnya. April baru kuliah tatap muka," ujar dia yang juga dosen di Universitas Andalas itu.

Dilansir dari AFP, kasus infeksi virus corona di Korsel menanjak. Pemerintah negara ginseng itu menyatakan tambahan jumlah kasus infeksi virus corona per Sabtu (29/2) petang tadi mencapai 813 orang, dan yang meninggal bertambah 4 orang.

Angka ini menjadi lonjakan tertinggi dan membuat total infeksi di Negeri Ginseng itu menjadi 3.150 kasus positif corona.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan (KCDC) menyatakan lebih dari 90 persen dari kasus baru terjadi di Daegu dan provinsi tetangganya Gyeongsang Utara. Ini menjadikan kedua wilayah itu menjadi pusat wabah kasus virus corona di Korsel.

[Gambas:Video CNN]
Wakil Menteri Kesehatan Kim Gang-lip menyebut 80 persen dari kasus tersebut dapat disembuhkan dengan pengobatan sebab gejala yang ditunjukkan tergolong "ringan". Lonjakan kasus yang terkonfirmasi telah menyebabkan banyak penundaan bahkan pembatalan acara, termasuk konser superstar K-pop, BTS dan kejuaraan tenis meja dunia.

Selain itu, dampak di sisi ekonomi, di antaranya pabrik mobil Hyundai menghentikan sementara operasinya di salah satu pabrik di Ulsan. Penghentian itu dilakukan setelah seorang karyawan di sana dinyatakan positif terinfeksi corona.

(adb, AFP/kid)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER