Pria berusia 23 tahun ini menceritakan melalui akun Facebook pribadinya soal aksi kekerasan berdalih rasis yang diterimanya.
Mengutip CNN, Mok mengaku diserang oleh sekelompok orang ketika sedang berjalan di Oxford Street, salah satu pusat perbelanjaan di London pada Senin (24/2) sekitar pukul 9.15 malam. Mereka memukuli Mok di tengah meningkatnya ketakutan terhadap orang asing (xenophobia) di Inggris dan seluruh dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi Metropolitan London dalam sebuah pernyataan mengatakan akan melakukan penyelidikan terkait serangkaian serangan rasial terhadap Mok.
"Penyelidikan akan dilakukan dengan mengidentifikasi tersangka, termasuk melalui rekaman CCTV. Sejauh ini belum ada penangkapan terhadap tersangka," kata polisi dalam sebuah pernyataan.
Mok mengaku penyerangan bernada rasisme yang diterimanya bukan pertama kali.
"Saya kuliah di London selama dua tahun terakhir dan setiap tahun, saya menjadi sasaran rasisme (baik untuk menyebar kebencian atau hanya sebagai ejekan)," tulisnya.
Kasus perundungan yang diterima Mok hanya satu dari banyak kasus serupa di tengah meningkatnya kekhawatiran dunia terhadap penyebaran virus corona.
Diskrimininasi terhadap bangsa Asia juga meningkat di Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa. Para ahli menyalahkan ketidaktahuan dan kesalahan informasi hingga membuat xenopohobia dan diskriminasi terhadap ras tertentu meningkat.
Sentimen rasial lainnya dilaporkan dialami oleh turis China yang diludahi di Venice karena dituduh membawa penyakit.
"Di tengah merebaknya berita virus corona, kami melihat meningkatnya ketakutan terhadap orang asing," kata profesor sosiologi di Georgia State University, Rosalind Chou.
(CNN Indonesia/Fajrian) |
(CNN Indonesia/Fajrian)