Mereka menyatakan virus tersebut menyebabkan penyakit Covid-19 yang lebih mematikan dari virus flu musiman.
Menurut Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, tingkat kematian yang disebabkan virus corona saat ini mencapai 3.4 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dilansir CNN, Kamis (5/3), WHO menyatakan ada peningkatan tingkat kematian virus corona setelah sebelumnya dinyatakan mencapai dua persen dari seluruh kasus yang terjadi di dunia.
Tedros menyatakan sampai saat ini belum ada orang dinyatakan kebal terhadap virus tersebut.
[Gambas:Video CNN]
"Banyak orang di dunia kebal terhadap virus flu biasa, tetapi belum ada yang bisa bertahan dari Covid-19," ujar Tedros.
Meski demikian, WHO menyatakan tingkat kasus virus corona di China yang menjadi sumber awal wabah semakin menurun. Namun, jumlah infeksi dan kematian di luar China justru bertambah.
Pakar penyakit menular dan epidemiologi Universitas Edinburgh, Prof. Mark Woolhouse, menyatakan tidak sepakat dengan pernyataan WHO. Menurut dia ada kemungkinan WHO turut memasukkan korban virus corona yang mengalami infeksi ringan.
Sedangkan pakar Pusat Model Matematika Penyakit Menular di Sekolah Kedokteran Penyakit Tropis London, Prof. John Edmunds, mengatakan saat ini sangat sulit untuk menentukan tingkat kematian akibat virus corona. Penyebabnya adalah waktu antara infeksi dan kematian yang ditimbulkan cukup panjang.
(CNN Indonesia/Fajrian) |
Kasus infeksi virus corona secara global tercatat mencapai 95.124 orang. (ayp/ayp)
(CNN Indonesia/Fajrian)