Sejumlah pihak berwenang lokal di beberapa kota di Saudi, termasuk di Riyadh, mulai memberlakukan larangan tersebut hari ini, Senin (9/3).
Dilansir CNN, Kementerian Dalam Negeri Saudi menyatakan larangan itu berlaku untuk sementara sampai waktu yang belum ditentukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir Gulf News, pihak berwenang Saudi akan melakukan inspeksi-inspeksi demi memastikan aturan baru ini dilaksanakan oleh para pengusaha kafe dan restoran.
[Gambas:Video CNN]
Menurut Menteri Kesehatan Tawfik Al Rabih, tembakau dan Shisa bisa menyebabkan penularan berbagai virus terutama corona karena para pengguna bergantian menghirupnya.
Sejauh ini, Arab Saudi mencatat ada 15 kasus virus corona terjadi di negaranya. Yang terbaru, seorang warga Amerika Serikat dinyatakan positif Covid-19 di Saudi.
Pria AS itu diketahui sempat bepergian ke Filipina dan Italia sebelum tiba di Saudi.
(CNN Indonesia/Fajrian) |
(CNN Indonesia/Fajrian)