Nasib kotak hitam itu sempat terkatung-katung karena pemerintah Iran sempat menolak menyerahkan perangkat tersebut kepada Ukraina. Pernyataan tersebut disampaikan oleh perwakilan Iran, Farhad Parvaresh, dalam pertemuan dengan Organisasi Penerbangan Sipil Dunia (ICAO) di Montreal, Kanada.
Seperti dilansir AFP, Kamis (12/3), Menteri Luar Negeri Kanada, Francois-Philippe Champagne, menyatakan menyambut baik keputusan Iran yang akhirnya mau menyerahkan kotak hitam pesawat nahas tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Duta Besar Ukraina untuk Kanada, Andriy Shevchenko, menyatakan juga menyambut baik keputusan Iran tersebut. Dia mengatakan kemungkinan kotak hitam tersebut akan dikirim ke Prancis untuk dianalisis.
[Gambas:Video CNN]
Pesawat nahas itu jatuh setelah dihantam dua rudal yang dilepaskan Iran. Saat itu Iran tengah bertikai dengan Amerika Serikat setelah salah satu perwira tinggi militer mereka, Jenderal Qasem Soleimani, tewas akibat serangan pesawat nirawak.
Iran yang sedang siaga tinggi lantas membalas perbuatan AS dengan menyerang dua pangkalan militer di Irak. Saat serangan terjadi pada malam hari, pesawat penumpang itu lepas landas dan dianggap sebagai jet tempur AS.
Pemerintah Iran sempat berdalih pesawat itu jatuh akibat kendala teknis. Namun, selang tiga hari kemudian, mereka baru mengakui bahwa pesawat tersebut jatuh akibat tertembak dua rudal.
Peristiwa itu menewaskan seluruh penumpang dan awak pesawat yang berjumlah 176 orang. (ayp/ayp)