Penutupan perbatasan darat kemungkinan akan berlangsung selama dua pekan ke depan.
Menteri Dalam Negeri Spanyol, Fernando Grande-Marlaska mengatakan penutupan perbatasan berlaku mulai Senin tengah malam, dengan pengecualian hanya warga negara Spanyol, penduduk, atau utusan diplomatik, serta kasus force majeure yang diizinkan masuk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk saat ini, pemerintah Spanyol mengatakan belum ada rencana pembatasan serupa pada perjalanan melalui udara. Namun, Marlaska mengatakan tindakan tersebut bisa saja diberlakukan tergantung keadaan.
Hingga Senin (16/3), Kementerian Kesehatan Spanyol mencatat 9.191 kasus dengan 309 kematian akibat virus corona. Peningkatan jumlah penambahan kasus baru dan kematian relatif lebih sedikit dibandingkan di akhir pekan mencapai 2.000 kasus baru dan lonjakan kematian mencapai 100.
Sejauh ini, Madrid menjadi daerah dengan penyebaran pandemi corona terparah dengan 4.165 kasus.
"Dalam skenario terburuk, infeksi corona kemungkinan akan terus meningkat setidaknya dalam 10 hari ke depan," ujarnya.
Sejauh ini Spanyol baru berencana mengikuti jejak Italia yang sudah lebih dulu membatasi wilayah (lockdown). Spanyol merupakan negara kedua di Eropa setelah Italia yang penyebaran virus corona terhitung sangat cepat. (afp/evn)