Surat kabar Jerman, Die Welt sebelumnya mengabarkan jika Trump menawarkan US$1 miliar agar Amerika Serikat memiliki hak eksklusif vaksin virus corona yang dikembangkan oleh CureVac.
"CureVac menolak semua tuduhan media," tulis perusahaan asal Jerman tersebut dalam cuitannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan jika pemerintahannya telah 'menangani masalah tersebut dengan sangat cepat.
[Gambas:Video CNN]
Kabar mengenai tawaran hak cipta eksklusif pengembangan vaksin virus corona oleh Trump sempat memicu amarah Berlin.
Laporan Die Welt dirilis tak lama setelah CureVac mengumumkan pergantian CEO Daniel Menichella oleh Ingmar Hoerr. Menichella beberapa pekan sebelumnya diketahui bertemu Trump bersama perwakilan medis di Washington.
(CNN Indonesia/Fajrian) |
"Jika kita berhasil mengembangkan vaksin, maka itu akan membantu dan melindungi orang di seluruh dunia," ujar Dietmar Hoop, kepala investor Hopp Biotech Holding, pemilik CureVac.
CureVac merupakan perusahaan bioteknologi yang berpusat di Thuringia, Jerman. Perusahaan yang didirikan pada 2020 ini memiliki dua pusat riset di Frankfurt dan Boston.
Lihat juga:AS Mulai Uji Coba Vaksin Virus Corona |
Hingga saat ini ilmuwan di seluruh dunia tengah berupaya mengembangkan vaksin virus corona. Amerika Serikat kemarin, Senin (16/3) mulai melakukan uji coba vaksin Covid-19 terhadap 45 orang anak muda.
Ilmuwan mengatakan butuh waktu sekitar satu tahun hingga 18 bulan untuk menguji coba dan mengukur efektivitasnya terhadap pasien terinfeksi virus corona. (afp/evn)
(CNN Indonesia/Fajrian)