Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengatakan selain melarang warga bepergian ke luar negeri, acara yang melibatkan lebih dari 100 orang juga sementara waktu dilarang.
"Kami belum pernah melihat (larangan) semacam ini di Australia sejak akhir Perang Dunia I. Kami akan memastikan pemerintah dan aktivitas tetap berjalan, meski tidak seperti sebagaimana mestinya," ujar Morrison.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum berencana lockdown
Kendati demikian, Morrison menegaskan pemerintah Australia belum berencana melakukan pembatasan aktivitas warga (lockdown) seperti halnya negara-negara di Eropa.
Ia mengatakan permintaan agar pemerintah menghentikan aktivitas belajar di sekolah terus mengalir. Namun pemerintah masih mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi sehingga belum melakukan lockdown.
[Gambas:Video CNN]
"Apa pun yang kita lakukan, kita harus pikirkan setidaknya selama enam bulan. Jika sekolah ditutup, akan mengurangi sekitar 30 persen pekerja dari industri kesehatan karena orang tua akan tetap di rumah bersama anak-anak mereka," ujarnya menambahkan.
Kepala petugas medis Australia, Brendan Murphy juga mengatakan Negeri Kanguru belum bisa memberlakukan lockdown seperti beberapa negara Eropa.
"Lockdown dalam jangka pendek, dua hingga empat minggu tidak direkomendasikan oleh para ahli. Itu (lockdown) tidak bisa mencapai apa-apa tetapi kita harus melakukan sesuatu untuk jangka panjang," ujar Murphy.
Selain meneruskan imbauan pemerintah agar warga tidak belanja berlebihan, supermarket di Australia memberlakukan jam belanja khusus lansia dan disabilitas pada pukul 7 hingga 8 pagi.
Sejauh ini kasus penyebaran virus corona di Australia tercatat sebanyak 456 dengan lima kematian. Sebanyak 27 pasien dinyatakan sembuh. (afp/evn)