Mengutip Associated Press, angka kematian harian meningkat 15 persen sehingga total korban meninggal akibat virus corona mencapai 1.135 nyawa.
Sejak dilaporkan pada pertengahan Februari, hingga saat ini kasus virus corona di Iran telah mencapai 17.361.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini (warga yang masih memenuhi jalan dan pasar) sama sekali bukan situasi yang baik," ujar Raisi.
Pemerintah Iran sejauh ini dituding lamban tidak transparan dalam merespons penyebaran virus corona. Menjawab tuding tersebut, Presiden Hassan Rouhani mengatakan bahwa pemerintah telah jujur terutama saat mengumumkan kemunculan kasus pertama pada 19 Februari lalu.
[Gambas:Video CNN]
"Kami berbicara secara jujur (soal penyebaran virus corona). Tidak ada yang ditutup-tutupi," ujarnya.
Sebagai upaya menekan penyebaran virus corona, pemerintah Iran meminta penutupan kuil Syiah dan menghentikan sementara aktivitas salat berjamaah di masjid-masjid.
Iran akan menghentikan sementara salat Jumat selama tiga pekan untuk menekan penyebaran virus corona. Langkah serupa juga dilakukan oleh negara Muslim lain seperti Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab.
Hingga saat ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat kasus penyebaran virus corona mencapai 219.049. Sekitar 83.575 pasien dinyatakan sembuh dan 8.910 meninggal dunia. (ap/evn)