"Mulai pagi ini, kami menggunakan obat khusus yang digunakan China yang diklaim bisa meningkatkan daya tahan tubuh pasien Covid-19, memangkas waktu perawatan dari 11-12 hari menjadi empat hari," ujar Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca dalam konferensi media, Selasa (24/3) seperti mengutip AFP.
Koca tidak mengatakan lebih rinci obat yang dimaksud. Namun kemungkinan Turki memberikan obat chloroquine seperti yang digunakan China dan Prancis untuk para pasien positif virus corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koca mengatakan pemerintah China sepakat untuk berbagi informasi penanganan virus corona kepada Turki untuk memerangi pandemi tersebut.
[Gambas:Video CNN]
Turki saat ini mencatat 1.529 kasus dengan 37 orang meninggal dan belum ada pasien yang dinyatakan sembuh total.
Koca mengakui jika virus corona saat ini menyebar dengan cepat di penjuru negeri. Ia mengatakan kurang dari 10 kasus baru tercatat di Provinsi Van yang berbatasan langsung dengan daerah terparah di Iran.
Merespons kejadian terkini, pemerintah meminta warga lansia yang berusia 65 tahun ke atas dan mereka yang mengidap penyakit untuk tetap berada di rumah. Sejumlah fasilitas umum ditutup sementara.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian