Sekitar 200 personel militer Prancis ditugaskan untuk melatih pasukan Irak hingga ditempatkan di markas pasukan koalisi di Baghdad.
"Kami berkoordinasi dengan pemerintah Irak, koalisi telah memutuskan untuk menyesuaikan penempatan pasukan dan sementara akan menghentikan latihan bersama," tulis tentara Prancis dalam pernyataannya seperti mengutip AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Irak mengumumkan telah menghentikan semua latihan militer pada awal Maret untuk meminimalkan risiko penyebaran Covid-19 di antara pasukannya.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, AS dan Republik Ceko juga memutuskan untuk memulangkan pasukannya dari Irak karena penyebaran pandemi corona. AS berencana memulangkan sekitar 13.500 pasukannya dari Irak.
Kasus virus corona di Irak sejauh ini jauh lebih kecil dibandingkan negara tetangga, Iran. Irak mencatat 316 kasus virus corona dengan 27 kematian dan 27 pasien dinyatakan sembuh.
Jumlah kasus Covid-19 di 196 kawasan dan negara mencapai 416.686 orang. Dari data tersebut, sekitar 18.589 orang meninggal secara global.
Jika dirinci per negara, China masih menjadi negara dengan kasus virus corona tertinggi yakni mencapai 81.869 kasus dengan 3.287 kematian. Namun angka kematian tertinggi berasal dari Italia yakni mencapai 6.830 orang dari 69.176 kasus. (afp/evn)