Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez mengatakan akan memperketat aturan lockdown dengan meminta agar warga tetap berada di dalam rumah dan menutup semua bisnis selama sebulan penuh.
Aturan agar warga tetap berada di dalam rumah dan menutup bisnis semula berlaku mulai 14 Maret hingga 31 Maret 2020.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Spanyol merupakan salah satu negara di Eropa dan dunia yang terkena imbas besar dari penyebaran virus corona. Ada kemungkinan kondisinya akan memburuk," ujar Sanchez.
[Gambas:Video CNN]
Direktur Pusat Koordinasi Kesehatan dan Keadaan Darurat, Fernando Simon mengaku optimis jumlah penyebaran virus corona di Spanyol akan menurun.
"Kami mendekati periode yang mungkin, jika kami beruntung, kami akan mengubah kurva (kasus corona), menstabilkan dan angkanya akan mulai menurun," ujar Simon seperti dilaporkan CNN.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
Selain memperpanjang kondisi darurat corona, Spanyol baru menandatangani kontrak senilai 423 euro atau setara Rp7,5 triliun dengan China untuk membeli keperluan medis.
"Kami mendapatkan satu jaringan produksi (di China) yang akan bekerja khusus untuk pemerintah Spanyol," ujar Illa seperti dikutip AFP pada Rabu (25/3).
Hingga Kamis (26/3), Spanyol melaporkan 49.515 kasus dengan 3.647 kematian dan 5.367 pasien sembuh. Spanyol merupakan negara keempat setelah China, Italia, dan Amerika Serikat yang memiliki kasus virus corona terbanyak di dunia. (cnn/evn)
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian