Dalam sehari, AS menemukan sedikitnya 17 ribu kasus virus corona baru dengan 402 kematian. Dilansir CNN, jumlah kematian itu merupakan yang tertinggi dilaporkan Negeri Paman Sam sejauh ini dalam sehari. Pada Jumat (27/3), AS melaporkan 253 kematian akibat corona.
Kasus virus corona di AS menyebar ke seluruh 50 negara bagian. Melansir The Guardian, setidaknya 80 persen dari total pasien corona di Negeri Paman Sam hanya mengalami gejala covid-19 ringan seperti demam dan batuk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut studi Institut Kesehatan Global Universitas Harvard penyebaran wabah pandemi ini masih akan berlangsung setidaknya 12-18 bulan ke depan.
"Kita akan hidup dalam situasi seperti ini dalam berbagai bentuk untuk setidaknya 12-18 bulan ke depan jika kita beruntung," kata Direktur Insitut Kesehatan Global Universitas Dokter Ashish Jha.
Salah satu rumah sakit di New York, New York Bellevue Hospital Center, bahkan terpaksa membangun kamar mayat darurat menggunakan tenda dan truk pendingin lantaran kekurangan ruangan. Negara Bagian New York bahkan mulai mengizinkan petugas medis menggunakan ventilator untuk dua pasien sekaligus demi menyiasati kekurangan alat pendukung medis.
Hampir seluruh sekolah kedokteran di AS bahkan berencana meluluskan mahasiswa tingkat akhir lebih cepat untuk membantu menangani pasien wabah corona yang terus bertambah. Universitas New York (NYU) menjadi kampus pertama yang menawarkan pilihan tersebut kepada para mahasiswa sekolah kedokteran yang mereka kelola. Tawaran itu diumumkan NYU sejak Selasa pekan ini.
Sementara itu, empat sekolah kedokteran di Massachusetts seperti Sekolah Kedokteran Universitas Tufts, Sekolah Kedokteran Universitas Massachusetts, Sekolah Kedokteran Universitas Boston, dan Sekolah Kedokteran Harvard juga tengah mempertimbangkan menerapkan opsi serupa.
[Gambas:Video CNN]
(rds/age)