Puluhan orang bekerja untuk mengubah fasilitas di ruang terbuka hijau New York itu agar bisa dijadikan tempat merawat pasien Covid-19 di New York. New York memang menjadi episentrum pandemi Covid-19 di AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rumah-rumah sakit di seluruh kota ini sudah penuh, dan mereka membutuhkan pertolongan sebisa mungkin yang mereka dapatkan. Itulah alasannya kami di sini," kata dia.
Seorang pengguna AirTrain melengkapi diri dengan masker dan sarung tangan plastik untuk mengurangi risiko tertular Covid-19 saat beraktivitas di New York, 7 Maret 2020. (AFP/Spencer Platt/Getty Images) |
Per Minggu, Cuomo mengatakan ada lebih dari 59.500 kasus Covid-19 di negara bagiannya, dan 965 di antaranya berujung pada kematian. New York adalah negara bagian yang paling fatal mengalami kerugian akibat Covid-19.
Jumlah kasus Covid-19 saat ini merupakan yang paling tinggi di dunia sejak pandemi itu terungkap awal di Wuhan, China pada Desember tahun lalu. Tingkat kematian akibat Covid-19 di AS sejauh ini sudah lebih dari 2.400 jiwa.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan puncak kematian akibat Covid-19 diperkirakan berlangsung dua pekan. Dan, dia pun memperpanjang masa social distancing di AS hingga 30 April 2020.
"Warga di bagian timur akan menjadi jumlah puncak. Model memperkirakan puncak kematian akan terlihat dalam dua pekan," ujar Trump di Gedung Putih, Washington DC, Minggu.
"Tak ada yang lebih buruk dibandingkan mendeklarasikan kemenangan sebelum kemenangan didapat...Sangat penting bagi siapapun untuk tetap mengikuti petunjuk [social distancing]," ujar Trump yang menjanjikan pada Selasa nanti akan mengumumkan finalisasi rencana penanggulangan Covid-19 di AS.
Seorang pengguna AirTrain melengkapi diri dengan masker dan sarung tangan plastik untuk mengurangi risiko tertular Covid-19 saat beraktivitas di New York, 7 Maret 2020. (AFP/Spencer Platt/Getty Images)