Seperti dilansir CNN, Senin (30/3), jika dihitung, rata-rata individu yang bekerja akan mendapat US$29.45 (sekitar Rp482.906). Uang itu dilaporkan sudah ditransfer oleh pemerintah setempat melalui rekening bank.
Jumlah yang diterima tersebut setara dengan upah minimum regional di India selama tujuh hari. Namun, belum jelas bagaimana mekanisme bagi para penduduk untuk mendapatkan uang tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi keresahan masyarakat India di masa penguncian wilayah. Karena banyak usaha yang tutup, maka para penduduk yang menjadi karyawan, khususnya yang merupakan perantau, terancam tidak mendapatkan pemasukan.
[Gambas:Video CNN]
Akibatnya terpaksa banyak dari para perantau itu terpaksa pulang kampung, yang justru dikhawatirkan semakin memperluas penyebaran virus corona.
Masa penguncian wilayah yang dimulai pada 24 Maret lalu selama 21 hari membuat seluruh toko, pabrik, perkantoran, pasar, proyek bangunan hingga tempat ibadah untuk sementara ditutup. Pemerintah hanya membolehkan toko sembako dan rumah sakit untuk tetap beroperasi.
Perdana Menteri India, Narendra Modi, pada akhir pekan lalu sempat menyampaikan permohonan maaf kepada penduduk India yang merasa kecewa akibat pemberlakuan lockdown.
(CNN Indonesia/Fajrian) |
Sedangkan dari data Sekolah Kedokteran Universitas Johns Hopkins, ada 1.071 kasus virus corona di India. Dari jumlah tersebut ada 29 orang meninggal, dan 100 pasien sembuh. (ayp/ayp)
(CNN Indonesia/Fajrian)