Jumlah kematian tersebut merupakan yang terbesar di AS berdasarkan perhitungan yang disusun oleh Sekolah Kedokteran Universitas Johns Hopkins.
Dengan demikian, korban meninggal akibat Covid-19 di AS secara keseluruhan naik dari 3.008 orang pada pada Senin (30/3) menjadi 3.873 orang. AS saat ini memiliki 188.172 kasus Covid-19, dan menjadi yang tertinggi di dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini akan menjadi dua minggu yang sangat menyakitkan, sangat, sangat menyakitkan. Saya ingin setiap orang Amerika dipersiapkan untuk hari-hari sulit yang terbentang di depan," kata Trump pada konferensi pers di Gedung Putih, sebagaimana dilansir CNN, Rabu (1/4).
[Gambas:Video CNN]
Para ahli kesehatan terkemuka mengatakan bahwa keputusan untuk menjaga jarak yang ketat adalah satu-satunya cara untuk menghentikan penularan virus tersebut.
Koordinator Respons Virus Corona di Gedung Putih Deborah Birx juga mengatakan, perilaku masyarakat AS terhadap penjagaan jarak sangat diperlukan dalam menentukan penyebaran virus tersebut ke depan.
Birx menampilkan grafik dalam konferensi pers yang memetakan perkiraan jumlah kematian akibat virus corona di AS bisa mencapai 100 ribu hingga 240 ribu orang. Ia menyebut upaya mitigasi harus secepatnya dilakukan untuk menghindari dampak lebih buruk.
"Tidak ada vaksin atau terapi ajaib. Itu hanya perilaku, masing-masing perilaku kita diterjemahkan menjadi sesuatu yang mengubah perjalanan pandemi virus ini selama 30 hari ke depan," ungkap Birx.
(CNN Indonesia/Fajrian) |
(CNN Indonesia/Fajrian)