Dilaporkan CNN, kendati sudah ada aturan melakukan isolasi mandiri, masih banyak warga yang nekat beraktivitas di luar ruangan. Pejabat setempat kemudian memutuskan untuk membagi jadwal keluar rumah berdasarkan jenis kelamin untuk membatasi jumlah orang yang berada di luar ruangan.
Mulai Rabu (1/4), perempuan diperbolehkan keluar rumah untuk berbelanja kebutuhan harian pada hari Senin, Rabu, dan Jumat. Sementara laki-laki diizinkan keluar rumah pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
Pengaturan tambahan di saat masa lockdown disebut memudahkan aparat keamanan untuk membatasi orang yang keluar rumah.
"Banyak orang yang masih beraktivitas di luar ruangan, meskipun ada kewajiban karantina skala nasional. Untuk itu pemerintah mengambil tindakan yang lebih berat agar warga mematuhinya," ujar Presiden Panama, Laurentino Cortizo lewat cuitannya.
[Gambas:Video CNN]
Pemerintah Panama mengeluarkan kebijakan yang mengharuskan warga untuk mengisolasi diri di dalam rumah. Warga tetap diizinkan keluar rumah dalam kondisi darurat atau ketika hendak membeli kebutuhan pokok.
Negara di Amerika Tengah ini pertama kali melaporkan kasus virus corona pada 9 Maret lalu. Sejak saat itu, pemerintah mulai melarang warganya untuk bepergian keluar kota dan keluar negeri.
Disamping itu, pemerintah juga memberlakukan jam malam antara pukul 9 malam hingga pukul 5 pagi. Melihat banyaknya warga yang masih berada di luar ruangan, pemerintah kemudian mengubah aturan jam malam menjadi lebih awal yakni mulai pukul 5 sore hingga pukul 5 pagi.
Mengutip laporan Worldometers, hingga saat ini Panama memiliki 1.317 kasus dengan 32 orang dinyatakan meninggal dan sembilan orang sembuh.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian |
Foto: CNN Indonesia/Fajrian