Ia menyalahkan perseteruan antar geng yang membuat tingkat pembunuhan tetap tinggi di tengah pandemi virus corona di Meksiko.
"Mereka terus memperdebatkan wilayah, berbenturan di antara mereka sendiri," kata Obrador.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Asosiasi Nasional Perusahaan Pelacakan dan Perlindungan Kendaraan Victor Manuel Presichi mengaku khawatir permintaan barang pokok dengan harga rendah akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang terutama ketika perekonomian negara menurun.
"Termasuk makanan olahan, obat-obatan, produk kebersihan, alas kaki dan pakaian. Di situlah pasar gelap akan masuk untuk menjual barang hasil curian," kata Victor.
Perampokan massal telah terjadi dalam beberapa hari terakhir. Pelaku masuk ke toko dalam kawanan besar dan menjarah banyak barang seperti televisi dan elektronik lainnya.
Di tengah pandemi ini, Presiden Dewan Keamanan Swasta Nasional Alejandro Desfassiaux juga mengatakan situasi tersebut akan lebih parah ketika kondisi perekonomian masyarakat mulai memburuk. Penjarahan diperkirakan bakal menjadi hal umum di Meksiko.
"Kita akan melihat penjarahan peralatan listrik, uang, perhiasan pada tahap awal wabah di Meksiko. Penyebaran virus ditambah rendahnya perekonomian warga juga akan menyebabkan penjarahan makanan dan obat-obatan," tutur Alejandro Desfassiaux seperti dilansir Associated Press.
Berdasarkan data Johns Hopkins University, Meksiko telah melaporkan 1.688 kasus positif virus corona dengan 633 orang telah pulih dan 60 orang meninggal dunia hingga Sabtu (4/4) pagi.
[Gambas:Video CNN]
(chr/sfr)