Para pelanggan baru tersebut disambut dengan ramah oleh Enrique Aranda, direktur Hotel Melia Sarria. Hanya butuh tiga hari untuk mengubah hotel mewah dengan kamar mandi berlantai marmer tersebut menjadi sebuah klinik.
"Beberapa pasien berpikir mereka dibawa keluar dari rumah sakit untuk dibiarkan mati. Saya mencoba membuat mereka melupakan hal itu," kata Aranda yang mengenakan masker serta sarung tangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alih-alih datang dengan koper, setiap pasien baru hanya membawa tas berisi beberapa barang pribadi serta rekam medis.
Setibanya di lobi hotel tersebut, perawat langsung memeriksa suhu tubuh pasien, mengecek laporan medis dan menanyakan perlu atau tidak menghubungi anggota keluarga. Setelah itu, pasien diantarkan ke kamar oleh petugas hotel.
[Gambas:Video CNN]
Selama berada di hotel, para pasien tetap saling menjaga jarak. Satu lift untuk staf dan satu lagi bagi pasien. Mereka diberi makan empat kali sehari. Makanan tersebut diletakkan di depan pintu kamar. Petugas akan mengetuk pintu dan sang pasien harus menghitung sampai lima sebelum membukanya.
Rekan serta keluarga pasien dilarang memasuki hotel. Namun, mereka bisa menitipkan pakaian, majalah, laptop atau barang-barang lain yang nantinya diberikan kepada pasien.
Sebelumnya, pemerintah Spanyol telah memerintahkan semua hotel untuk menutup usahanya demi menekan penyebaran wabah virus corona yang telah menjangkit 10.935 jiwa di sana.
Hal serupa juga terjadi di Barcelona. Hotel-hotel di sana membuka kamar dan 2.500 tempat tidur bagi pasien, salah satunya adalah Hotel Melia Sarria yang telah menyambut 107 pasien sejak 29 Maret.
"Mereka ada orang yang sudah baik-baik saja dan telah melewati tahapan rumah sakit. Mereka dalam tahap akhir pemulihan di sini," kata Perawat Gemma Fanlo seperti dilansir AFP.
Berdasar data John Hopkins University per Sabtu (4/4), Spanyol mencatat 124.736 kasus positif corona dengan 11.744 kematian, dan 34.219 pasien sembuh. (chri/stu)