Bill Gates Ungkap Dampak Besar Pandemi Corona bagi AS

CNN Indonesia | Senin, 06/04/2020 16:20 WIB
Bill Gates Ungkap Dampak Besar Pandemi Corona bagi AS Pendiri Microsoft Bill Gates ungkap dampak pandemi corona bagi AS. (Foto: SIMON MAINA / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bill Gates buka suara di tengah merebaknya pandemi Covid-19 di Amerika Serikat dan lebih dari 200 negara di dunia. Gates menyarankan pemerintahan Donald Trump membuat kebijakan nasional untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Sejauh ini gubernur negara bagian di AS yang berperan mengatasi penyebaran virus serupa SARS tersebut. Terlebih melihat perbedaan sumber daya dan kemampuan di beberapa negara bagian dalam menangani pasien Covid-19.

"Ketika Anda memiliki sumber daya terbatas, Anda perlu mengalokasikannya ke tempat yang paling membutuhkan," ujar pendiri Microsoft itu di sela wawancara dengan Fox News Sunday.


"Tentu saja karena orang-orang masih beraktivitas, kami perlu menghentikan penyebaran virus atau ada potensi pertumbuhan yang eksponensial. Ini (virus) akan menyebar kembali ke bagian lain di satu negara," ujarnya menambahkan.


Gates mengkritisi beberapa negara bagian yang memiliki sumber daya dan kemampuan yang lebih besar. Sementara negara bagian lain yang mencatat kasus lebih besar seharusnya mendapat jaminan dari pemerintah federal.

Untuk menekan laju penyebaran virus, pendiri Microsoft ini menyarankan agar pemerintah AS mengambil keputusan untuk membatasi wilayah atau lockdown dan menambah kapasitas pengetesan virus corona.

Menurut dia, cara tersebut bisa dengan cepat mengidentifikasi warga yang berpotensi klinis terinfeksi.

Bill Gates Ungkap Dampak Besar Pandemi Corona bagi ASFoto: CNN Indonesia/Fajrian
Ucapan Gates ini merespons sikap pemerintahan Trump yang dinilai lamban merespons penyebaran virus corona. Trump bahkan sempat mengungkapkan adanya potensi 100 ribu hingga 240 ribu kematian akibat Covid-19.

"Jika kita melakukan sosialisasi dengan baik, kita harusnya bisa mencatatkan korban jiwa kurang dari itu," ujarnya.

Gates mengatakan pandemi yang terjadi saat ini merupakan sebuah skenario mimpi buruk yang menjadi nyata lantaran transmisi pernapasan dari manusia ke manusia bisa berkembang secara eksponensial.

"Anda tahu, jika kami tetap bekerja dan bepergian, kurva itu (kasus corona) tidak akan berkurang sampai ada mayoritas orang yang terinfeksi kemudian sebagian besar mencari perawatan di rumah sakit dan banyak pasien meninggal," ungkapnya.

Jauh sebelum pandemi corona mengemuka, pada 2015 di ajang TedX, Gates sempat memperingatkan jika manusia tidak siap dengan epidemi di masa depan. Namun ia mengingatkan manusia bisa mempersiapkan sistem respons terhadap hal itu, misalnya dengan menyiapkan tenaga medis yang bekerja sama dengan pihak militer dan melakukan simulasi penyebaran kuman meniru konsep latihan militer.

Kendati demikian, pria filantropis ini mengatakan jika pandemi Covid-19 saat ini bukan kasus terburuk. Menurutnya, tingkat kematian akibat Covid-19 masih relatif rendah dibandingkan dengan penyakit seperti cacar air.

"Jadi ini (pandemi corona) sangat, sangat buruk, tapi - Anda tahu, kita akhirnya akan berhasil mengembangkan vaksin. Bahkan sebelum itu, jika kita melakukan hal yang benar kita dapat membuka akses penting dari perkembangan ekonomi, "katanya.

Gates mengaku optimistis orang-orang di seluruh dunia bisa keluar dan mendapat pelajaran berharga dari krisis ini. Ke depannya, ia mengatakan orang-orang bisa lebih siap menghadapi pandemi yang kemungkinan bisa terjadi lebih buruk dari ini.

"Saya yakin semua tahu, setelah kita berhasil melewati ini, kita akan melihat ke belakang dan memahami apa yang bisa kita lakukan secara berbeda. Serta memastikan bahwa kita tidak membiarkan itu terjadi lagi, terutama karena bisa saja terjadi epidemi yang lebih buruk dalam hal tingkat kematian," ujarnya menambahkan.

Sejak dilaporkan pada akhir Desember lalu, hingga kini da 1.273.709 kasus Covid-19 di seluruh dunia. Angka kematian akibat virus corona mencapai 69.456 orang dengan 262.486 pasien dinyatakan sembuh. (evn/evn)

[Gambas:Video CNN]