Dikutip dari AFP, kasus ini bermula, pada Jumat (10/4) malam, ketika sebuah patroli polisi di Anderlecht, sebuah distrik di Brussels, berusaha untuk menghentikan seorang pemuda 19 tahun yang mengendarai sepeda motor jenis skuter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wali Kota Anderlecht Fabrice Cumps mengatakan dua petugas polisi cedera ringan dalam demo pada Sabtu (11/4). Satu orang, katanya, terkena proyektil dan satu lagi korban luka ringan.
[Gambas:Video CNN]
Ia juga menyebut beberapa pengunjuk rasa terluka ringan.
Soal situasi terkini, Cumps mengatakan itu "jelas terkendali" tetapi polisi tetap dimobilisasi. Sebab, pihaknya memperkirakan akan ada lebih banyak insiden pada Sabtu (11/4) malam waktu setempat dan Minggu (12/4).
Dia juga mengaku sudah bertemu dengan keluarga pengendara sepeda motor pada Sabtu. Cumps pun percaya bahwa kematian pemuda itu digunakan sebagai dalih untuk membuat onar.
Cumps mengatakan patroli polisi yang kemudian berupaya mengejar pengemudi skuter itu adalah dalam rangka penegakan aturan penahanan. Namun, ia mengaku belum tahu soal hubungannya dengan lockdown.
(afp/arh)