Diketahui, Pemerintah Turki memutuskan untuk melakukan karantina wilayah atau lockdown seluruh negeri selama 48 jam untuk menangkal penyebaran Covid-19, Jumat (10/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suleyman Soylu kemudian mengumumkan pengunduran dirinya pada Minggu (12/4) usai menuai kritik keras dari oposisi dan warga di media sosial atas kebijakannya.
[Gambas:Video CNN]
"Semoga negara saya, yang tidak pernah ingin saya sakiti, dan presiden kami, yang kepadanya saya akan setia sepanjang hidup saya, memaafkan saya," kata Soylu, dalam pernyataan pengunduran dirinya, dikutip dari AFP.
Menteri berusia 50 tahun itu pun mengaku "bertanggung jawab sepenuhnya atas penerapan kebijakan [karantina] ini". Ia pun menambahkan bahwa hal itu dilakukan "dengan itikad baik".
Padahal sebelumnya Suleyman, saat merespons kekacayan akibat pengumuman hari Jumat itu, mengatakan kebijakan lokcdown ini merupakan "instruksi" dari Presiden Erdogan.
"Dia akan terus menjalankan fungsinya," ujar dia.
Kemenkes Turki sendiri menyebut hampir 57.000 orang terinfeksi Virus Corona dengan 1.200 orang di antaranya meninggal.
Soylu menjabat Mendagri sejak 2016, atau sebulan sejak kudeta yang gagal menggulingkan Erdogan. Ia disebut ikut mengawasi pembersihan pasca-kudeta, termasuk upaya penangkapan ribuan warga, jurnalis, dan tokoh oposisi Kurdi.
(afp/arh)