Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengaku pihaknya sangat khawatir atas pernyataan AS tersebut.
"China sangat mengkhawatirkan pengumuman AS untuk menangguhkan pendanaan bagi Organisasi Kesehatan Dunia," kata Zhao Lijian dalam jumpa pers, Rabu (15/4) dilansir dari AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mendesak Amerika Serikat untuk sungguh-sungguh memenuhi tanggung jawab dan kewajiban mereka, dan mendukung aksi internasional yang dipimpin WHO melawan epidemi," kata Zhao, menambahkan bahwa badan tersebut memainkan "peran yang tak tergantikan" selama pandemi.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
Sebelumnya, Presiden Donald Trump AS mengumumkan penghentian bantuan AS untuk WHO.
Trump menyetop bantuan itu karena menganggap WHO tak serius menanggapi wabah virus corona di China hingga akhirnya menyebar ke seluruh dunia.
"Tinjauan dilakukan untuk menilai peran WHO dalam salah urus dan menutupi penyebaran virus corona," katanya.
Lihat juga:Trump Umumkan Setop Bantuan AS untuk WHO |
Menurut Trump, WHO bersikap sangat bias terhadap China. Ia menyebut AS telah menjadi penyandang dana terbesar badan PBB yang menyediakan $400 juta (Rp6,26 triliun) hingga $500 juta (Rp7,83 triliun) setiap tahun, dan akan membahas langkah yang akan dilakukan terhadap semua uang yang masuk ke WHO.
Di saat yang sama, Trump sempat membandingkan sumbangan pihaknya dengan China kepada WHO, yang menurut Trump hanya mencapai $40 juta (Rp626 miliar) setiap tahunnya. (ara/evn)
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian