Survei: Warga AS Anggap Trump Lelet Tangani Corona

CNN Indonesia | Jumat, 17/04/2020 20:30 WIB
US President Donald Trump gestures after landing at San Diego International Airport in San Diego, California, on September 18, 2019. - Trump is in San Diego for a fundraiser and a border visit. (Photo by Nicholas Kamm / AFP) Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai lamban menangani penyebaran virus corona. (Foto: Nicholas Kamm / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hasil Survei Pew Research Center menunjukkan bahwa warga Amerika Serikat menganggap Presiden Donald Trump lambat dalam mengantisipasi serangan virus corona.

Sebanyak 65 persen warga menilai Trump telat merespons ketika kasus pertama Covid-19 dilaporkan.

Seperti dikutip dari AFP, hasil survei yang dirilis Kamis (16/4) juga menyatakan Trump meremehkan penyebaran virus corona, dan bahkan dia berencana untuk mengakhiri penguncian wilayah demi membuka kembali negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu.


Survei Pew dilaksanakan pada 7-12 April dengan sampel 4.917 orang dewasa AS.


Sementara itu sebanyak 52 persen warga mengatakan komentar publik Trump tentang wabah corona membuat situasi terlihat lebih baik daripada yang sebenarnya.

Kemudian 39 persen menyatakan Trump mempresentasikan situasi seperti apa adanya, dan delapan persen menyebut dia membuat situasi tampak lebih buruk dari kenyataan.
Survei: Warga AS Anggap Trump Lelet Tangani CoronaFoto: CNN Indonesia/Fajrian

Survei tersebut juga menemukan 73 persen warga meyakini bahwa situasi terburuk masih akan terjadi di AS selama wabah ini.

Trump pada Kamis malam telah mengumumkan pedoman baru bagi negara-negara bagian untuk membuka kembali perekonomian secara bertahap.

Dalam konferensi pers yang juga dihadiri ahli medis itu, Trump mengizinkan para gubernur negara bagian untuk melonggarkan kewajiban pembatasan jarak dan kegiatan untuk menekan penularan virus corona dengan persyaratan tertentu.


Hal itu direkomendasikan setelah Trump menganggap bahwa AS telah melewati puncak wabah virus corona.

Sebanyak 66 persen warga mengaku lebih khawatir bila negara mencabut pembatasan aktivitas publik terlalu cepat. Lalu 32 persen warga memperkirakan pembukaan kembali tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Virus corona mulai merebak di Kota Wuhan, China sejak akhir 2019. Diduga virus itu berasal dari hewan lalu menular kepada manusia. Virus itu kemudian menyebar ke penjuru negeri dan lebih dari 200 negara.


Di AS sendiri, virus corona pertama kali dikonfirmasi pada 21 Januari. Ketika itu Trump meremehkan bahwa virus corona layaknya penyakit flu biasa. Trump bahkan percaya diri Covid-19 tak akan mempengaruhi orang Amerika.

"Kita sudah benar-benar di bawah kendali," kata Trump Januari lalu. Dia sama sekali tidak menyatakan inisiatif pemerintah untuk memperlambat penyebaran hingga akhirnya virus itu semakin tak terkendali.

Baru setelah itu dan pemerintah mengeluarkan pedoman pencegahan dan menerapkan pembatasan.

AS kini menjadi negara dengan kasus dan kematian akibat corona terbanyak di dunia. Hingga Jumat (17/4), AS memilik 678.210 kasus virus corona, 34.641 kematian, dan 57.844 pasien sembuh. (dea)

[Gambas:Video CNN]