Tanda silang dibuat setiap jarak 2 meter di lantai alun-alun tersebut sebagai penanda seseorang untuk berdiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka juga mengenakan masker sebagai bentuk kepedulian pencegahan virus corona. Seorang pedemo membentangkan spanduk bertuliskan "Saya tidak akan diam karena wajah negara saya telah diubah".
Pekan ini, pemerintah Israel sebenarnya telah melonggarkan batasan ketat yang diterapkan untuk mencegah penyebaran virus corona. Namun, dalam pembatasan yang ketat pun aksi protes tetap diperbolehkan selama para peserta tetap mematuhi protokol kesehatan dari pemerintah.
Netanyahu sedang menjalani sidang kasus penipuan, pelanggaran kepercayaan, serta penerimaan suap. Dia juga masih menegosiasikan kesepakatan pembagian kekuasaan agar dapat membentuk pemerintahan koalisi.
Berbicara di antara massa aksi, anggota parlemen Yair Lapid mengkritik Netanyahu dan menyindir Ketua Parlemen Benny Gantz.
Sebelumnya Lapid dan Gantz pernah bersama-sama di Aliansi Biru Putih. Namun keduanya berpisah jalan setelah Gantz, pada bulan lalu, bersedia bekerja sama dengan Netanyahu. Manuver Gantz membuat aliansi terbelah dan Lapid mendorong faksinya ke barisan oposisi.
"Anda tidak bisa melawan korupsi dari dalam. Jika Anda berada di dalam, Anda bagian dari itu," kata Gantz. "Kami berada di sini untuk menegaskan bahwa kami tak pernah menyerah. Sudah terlalu banyak orang baik yang akhirnya menyerah," kata dia lagi.
"Dari luar memang semuanya tampa sama. Parlemen masih berdiri di tempat yang sama, marching band polisi memainkan lagu kebangsaan yang sama, dengan pemimpin yang tidak berubah. Dia tetap sama, masih terdengar sama, tapi bukan lagi sebagai sebuah demokrasi," lanjut Lapid. (cnn/wis)