Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengatakan kendati demikian, pemerintah tetap melarang acara besar seperti konser musik dan pameran hingga 1 September.
"Anak-anak pendidikan dasar akan mulai sekolah secara berkala. Misalnya, setengah siswa bersekolah di satu hari dan setengah lainnya akan pergi di hari lainnya," kata Rutte dalam konferensi pers usai rapat kabinet pada Selasa (21/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejauh ini yang saya pahami bahwa ketidaksabaran telah merayap masuk, kita tahu bahwa pelonggaran lockdown bisa memicu gelombang dua penyebaran virus corona," ujarnya.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
Keputusan Belanda untuk membuka kembali sekolah dilakukan mengikuti jejak Jerman dan beberapa negara Skandinavia lainnya. Sejumlah sekolah tingkat dasar secara perlahan mulai diizinkan kembali beroperasi.
Keputusan untuk membuka kembali aktivitas belajar di sekolah tingkat dasar dilakukan setelah ilmuwan dan pemerintah menyimpulkan jika anak-anak memiliki kemungkinan kecil tertular dan menularkan virus.
"Ini adalah pertimbangan yang sulit, tetapi kehati-hatian lebih baik daripada penyesalan sesudahnya," ujarnya.
Belanda memutuskan untuk menutup wilayah (lockdown) dengan kebijakan yang tidak seketat Italia, Spanyol, dan Prancis. Warga Belanda tidak diharuskan untuk tetap tinggal di rumah, meski tetap menerapkan aturan untuk menjaga jarak.
Saat ini Belanda memiliki 34.318 kasus virus corona dengan 3.929 kematian. Jumlah kasus corona di Negeri Kincir Angin jauh lebih sedikit dibandingkan negara tetangga terdekat, Jerman dengan 148.453 kasus dan 5.086 korban jiwa. (afp/evn)
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian