Sumber Daily NK di China mengatakan sebelum dirawat ia ditembak oleh penjaga perbatasan pada Senin (20/4) sore lalu. Ia didapati tengah berusaha menyeberangi sungai Tumen di Provinsi Hamgyong Utara.
Warga yang tidak diketahui identitasnya itu kini dipindahkan ke rumah sakit di Longjing, Provinsi Jilin tempat ia menjalani tes corona. Setelah menjalani dua kali tes, ia kemudian dinyatakan positif terinfeksi virus corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini Korea Utara kerap berkeras negaranya belum terpapar virus corona. Direktur Anti Epidemi Markas Besar Darurat Anti Epidemi Korea Utara, Pak Myong Su, menegaskan bahwa berbagai upaya seperti menutup perbatasan negara dianggap berhasil menahan penyebaran virus corona.
"Sejauh ini tidak ada satu orang pun yang terinfeksi virus corona baru di negara kami," kata Pak sebagaimana dilansir dari AFP, Kamis (2/4).
Foto: CNN Indonesia/Fajrian |
"Kami telah melakukan tindakan pencegahan dan ilmiah seperti inspeksi dan karantina untuk semua personel yang memasuki negara kami dan sepenuhnya mendisinfeksi semua barang, serta menutup perbatasan dan memblokir jalur laut dan udara," ungkap menambahkan.
Klaim tersebut menuai keraguan dari banyak pihak, termasuk dari salah seorang dokter yang membelot dari Korut, Choi Jung-hun.
"Tahun demi tahun dan setiap musim, beragam penyakit menular berulang kali terjadi tapi Korut mengatakan tak ada wabah. Atas arahan Kim Jong-il dan Kim Jong-un, Korut terus mengatakan tak ada wabah. Korut tak mengakui itu," ujar Choi yang pergi dari Korut pada 2011.
Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa sistem kesehatan di negara tertutup itu sangat memprihatinkan. Berbagai fasilitas kesehatan di sana tidak terurus sehingga sulit untuk mendeteksi suatu penyakit, termasuk penyebaran virus corona.
[Gambas:Video CNN]
(evn)
Foto: CNN Indonesia/Fajrian