Izin itu tertuang dalam pedoman baru tentang pencegahan penyebaran Covid-19 yang dikeluarkan Departemen Pengembangan Ekonomi Kota Dubai (DED) pada Rabu (22/4).
"Kunjungan keluarga dan melakukan satu aktivitas di luar ruangan dapat dilakukan sesuai parameter yang ditetapkan," bunyi dokumen yang dikutip Al Arabiya pada Jumat (24/4) itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kontak fisik seperti bersalaman, berpelukan, dan sebagainya tetap dilarang."
Kegiatan buka atau sahur bersama juga dilarang meski antara anggota keluarga besar serta kerabat dekat yang tidak tinggal dalam satu rumah yang sama.
Aturan baru ini menandai pelonggaran kebijakan penguncian wilayah (lockdown) dan pembatasan pergerakan yang telah diterapkan pemerintah Dubai dalam beberapa waktu terakhir selama 24 jam penuh setiap hari.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian |
Aturan lockdown sebelumnya hanya memperbolehkan para warga Dubai keluar rumah untuk keperluan darurat, membeli kebutuhan, obat-obatan, dan pekerjaan tertentu.
Dengan kebijakan yang baru, warga Dubai diperbolehkan untuk keluar rumah untuk kegiatan terbatas seperti bersepeda, berjalan kaki, dan jogging. Meski begitu, setiap warga yang keluar dari rumah diwajibkan mengenakan masker dan membawa hand sanitizer.
Lihat juga:Antara Ramadan, Dunia dan Corona |
Sejumlah negara Muslim memang tengah menghadapi dilema dalam menjalankan bulan Ramadan tahun ini yang berlangsung di tengah pandemi corona.
Beberapa negara seperti Arab Saudi bahkan telah melarang kegiatan beribadah berjamaah di masjid selama bulan Ramadan. Dua masjid suci yakni Masjidil Haram, Mekkah dan Masjid Nabawi, Madinah, untuk sementara ditutup demi mencegah lonjakan penularan virus corona. (rds/evn)
Foto: CNN Indonesia/Fajrian