Kebijakan Gubernur Georgia Brian Kemp yang melonggarkan kebijakan lockdown di wilayahnya itu mendapat kritik dari Presiden President Donald Trump. Kemp disebut telah melangkah terlalu cepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesan mendua dari Presiden Trump tersebut semakin menambah daftar kontroversinya dalam menanggulangi virus corona.
Sebelumnya Trump menuai kritik karena menyarankan suntik disinfektan pada tubuh untuk mencegah warganya tertular virus corona, yang kemudian ia klarifikasi sebagai sebuah candaan sarkastis.
New York yang menjadi episentrum corona di Amerika, merupakan salah satu negara bagian pertama yang menerapkan lockdown. Langkah New York diikuti negara bagian lain termasuk Georgia. Namun, kebijakan lockdown memantik polemik antara negara bagian dan pemerintah.
Dalam beberapa kesempatan Trump juga telah melontarkan kritik terhadap Gubernur Kemp.
Langkah Georgia melonggarkan lockdown dengan mengizinkan gerai-gerai bisnis kembali beroperasi, disebut sebagai upaya paling agresif di antara negara bagian lain.
Restoran, teater, dan klub-klub privat diizinkan kembali buka sejak Senin, dengan syarat tetap memberlakukan protokol kesehatan seperti social distancing dan penggunaan masker.
Namun ada kekhawatiran kebijakan tersebut memicu gelombang kedua penularan virus corona. Jumlah kasus positif corona di Georgia sendiri lebih rendah ketimbang New York, namun tetap mencatat angka signifikan.
Sementara total kasus di AS per hari ini berdasarkan data John Hopkins University & Medicine, tercatat 884.004 kasus positif. Dari jumlah itu ada 50.360 orang tewas dan 81.536 orang dinyatakan sembuh. (afp/wis)