Sebelumnya, Johnson sempat dirawat di Rumah Sakit St Thomas London setelah menunjukkan gejala infeksi virus corona pada 5 April lalu. Ia dirawat dalam unit perawatan intensif selama tiga hari dan baru keluar dari rumah sakit pada 12 April. Setelah itu, ia menghabiskan dua pekan di Kota Chequers selama masa pemulihan.
Sumber Daily Mail menyatakan Johnson kemungkinan akan bekerja paruh waktu untuk sementara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah belum selincah yang seharusnya," ujar Ketua Dewan Asosiasi Medis Inggris Chaand Nagpaul kepala Sky News, seperti dilansir dari AFP.
Selain itu, Johnson juga harus menghadapi tuntutan soal strategi Inggris dalam mengakhiri karantina wilayah yang dilakukan demi mengerem penyebaran wabah virus corona. Sebab, kebijakan itu telah menghantam perekonomian Inggris.
Bahkan, pada Kamis (23/4) lalu, The Bank of England mengingatkan Inggris tengah menghadapi resesi terburuk selama beberapa abad terakhir.
[Gambas:Video CNN]
Sebagai catatan, Inggris menerapkan kebijakan lockdown mulai 23 Maret yang kemudian diperpanjang pada 16 April dan akan dievaluasi pada 7 Mei mendatang.
Pemerintah Inggris sejauh ini menolak untuk berspekulasi kapan kebijakan itu akan berakhir mengingat sejumlah ahli tak yakin Inggris telah melalui puncak wabah itu.
Berdasarkan data John Hopkins University, per Minggu (26/4), kasus virus corona di Inggris telah menembus 149.569 kasus di mana 20.319 di antaranya meninggal.