Kondisi itu membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan kalau setiap orang yang telah sembuh dari infeksi virus corona (Covid-19) bukan berarti kebal atau tidak dapat terinfeksi virus corona kembali.
"Saat ini tidak ada bukti bahwa orang yang telah pulih dari Covid-19 dan memiliki antibodi yang melindungi dari infeksi kedua," pernyataan WHO, dikutip dari AFP, Minggu (26/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika saya sudah pernah terkena corona, maka saya tidak terinfeksi kembali," kata warga Berlin, Jerman, Lothar Kopp.
Kopp adalah pasien virus corona yang telah dinyatakan sembuh. Dia sedang menunggu tes antibodi untuk mengetahui keberadaan antibodi virus corona di tubuhnya. Jika hasilnya menunjukkan positif, Kopp diizinkan untuk mengunjungi ibunya.
Jerman merupakan salah satu negara yang melakukan ribuan tes antibodi untuk melihat keberadaan antibodi pada orang yang telah sembuh dari virus corona.
Negara bagian Georgia, Amerika Serikat misalnya mengizinkan sejumlah bisnis seperti salon buka kembali. Warga Georgia juga berbondong-bondong pergi ke pantai. Banyak warga tak lagi khawatir pada virus corona.
"Rasanya luar biasa - seperti yang seharusnya dirasakan. Saya tidak khawatir," kata seorang warga Georgia Rachel Lilly, kepada AFP saat sedang berjemur di pantai.
Perdana Menteri Belgia Sophie Wilmes juga mengumumkan rencana membuka kembali bisnis dan sekolah pada pertengahan Mei dan restoran pada 8 Juni.
Italia juga mengumumkan rencana untuk mencabut sejumlah larangan setelah meningkatkan tes antibodi.
Pelonggaran larangan ini membuat sejumlah ahli khawatir akan munculnya gelombang kedua virus corona, seperti yang terjadi pada Iran.
"Pembukaan kota kembali dengan tergesa-gesa bisa menciptakan gelombang penyakit baru di Teheran," kata koordinator kesehatan Teheran, Alireza Zali.
[Gambas:Video CNN]
(ptj/sfr)