Ia mengatakan WHO akan terus meningkatkan kepedulian meningkatnya laporan kasus Covid-19 di Afrika, Eropa timur Amerika Latin, dan beberapa negara Asia.
"Pandemi ini masih jauh dari berakhir. Beberapa negara, kasus dan angka kematiannya tidak dilaporkan karena kapasitas pengujian yang rendah," ujarnya dalam konferensi pers di kantor pusat WHO di Jenewa, Senin (27/4) seperti dilansir CNN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai upaya mencegah gelombang dua pandemi, ia menyerukan agar warga bersatu untuk membentuk solidaritas global.
Foto: CNN Indonesia/FajrianINFOGRAFIS AGAR TAK TERTULAR VIRUS CORONA |
"Virus ini tidak akan bisa dikalahkan jika kita tidak bersatu. Solidaritas, solidaritas, solidaritas. Kami akan mengatakan itu setiap hari," ujarnya.
WHO sebelumnya juga mengeluarkan pernyataan yang terkait bukti kesembuhan pasien Covid-19 yang bisa kebal terhadap virus serupa.
[Gambas:Video CNN]
"Saat ini belum ada bukti bahwa orang yang telah sembuh dari #Covid-19 dan memiliki antibodi [dalam tubuh] terlindungi dari infeksi selanjutnya," demikian pernyataan WHO seperti dikutip dari AFP.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah rencana banyak negara untuk melonggarkan hingga mencabut kebijakan penguncian wilayah (lockdown) setelah kasus baru virus corona mulai menurun.
"Penggunaan sertifikat dan sejenisnya seperti itu justru memungkinkan peningkatan risiko transmisi [virus] berlanjut lagi," demikian peringatan WHO.
Data statistik yang dirilis John Hopkins University hingga kini ada 3.012.484 kasus virus corona dengan kematian sebanyak 208.517 secara global. (cnn/evn)
Foto: CNN Indonesia/Fajrian