Konsumsi Miras Cegah Corona, 700 Orang Tewas di Iran

CNN Indonesia | Selasa, 28/04/2020 11:49 WIB
closeup of the feet of a dead body covered with a sheet, with a blank tag tied on the big toe of his left foot, in monochrome, with a vignette added Ilustrasi jenazah. (Istockphoto/Nito100)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lebih dari 700 orang di Iran dilaporkan meninggal dunia setelah mengonsumsi alkohol yang tercemar metanol, dengan alasan bisa mencegah dan menyembuhkan dari infeksi virus corona.

Lembaga Koroner Nasional, dikutip dari Al Jazeera, mengatakan keracunan alkohol telah membunuh 728 orang di Iran sejak 20 Februari hingga 7 April. Padahal pada 2019, jumlah kematian karena alkohol ada di angka 66 kematian. Hal itu berarti ada lonjakan kematian lebih dari 10 kali lipat.


Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran, Kianoush Jahanpour mengatakan 5.011 orang keracunan alkohol metanol dan sekitar 90 orang lainnya mengalami kerusakan mata atau kehilangan penglihatan karena hal tersebut. Penasihat Kementerian Kesehatan Hossein Hassanian bahkan menilai orang-orang yang kehilangan penglihatan bisa lebih tinggi.


Iran merupakan salah satu negara yang terkena dampak terburuk dari pandemi corona dengan catatan 5.806 kematian dan lebih dari 91 ribu kasus positif.

Pemerintah Iran sudah menginstruksikan pabrik agar memberikan warna pada metanol sehingga masyarakat bisa membedakan metanol dan etanol, jenis alkohol yang bisa digunakan untuk membersihkan luka.


Metanol tidak berbau dan tidak memiliki rasa bila dikonsumsi. Konsumsi metanol bisa mengakibatkan gangguan pada organ tubuh dan kerusakan otak. Gejala yang timbul akibat konsumsi metanol adalah rasa sakit di dada, mual, gangguan pernapasan, kebutaan, dan bahkan koma.

Hingga hari ini, kasus positif virus corona di Iran sebanyak 91.472 jiwa dan 70.933 orang dinyatakan sembuh. (ans/ptr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK