Lembaga Koroner Nasional, dikutip dari Al Jazeera, mengatakan keracunan alkohol telah membunuh 728 orang di Iran sejak 20 Februari hingga 7 April. Padahal pada 2019, jumlah kematian karena alkohol ada di angka 66 kematian. Hal itu berarti ada lonjakan kematian lebih dari 10 kali lipat.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran, Kianoush Jahanpour mengatakan 5.011 orang keracunan alkohol metanol dan sekitar 90 orang lainnya mengalami kerusakan mata atau kehilangan penglihatan karena hal tersebut. Penasihat Kementerian Kesehatan Hossein Hassanian bahkan menilai orang-orang yang kehilangan penglihatan bisa lebih tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Iran sudah menginstruksikan pabrik agar memberikan warna pada metanol sehingga masyarakat bisa membedakan metanol dan etanol, jenis alkohol yang bisa digunakan untuk membersihkan luka.
Metanol tidak berbau dan tidak memiliki rasa bila dikonsumsi. Konsumsi metanol bisa mengakibatkan gangguan pada organ tubuh dan kerusakan otak. Gejala yang timbul akibat konsumsi metanol adalah rasa sakit di dada, mual, gangguan pernapasan, kebutaan, dan bahkan koma.
Hingga hari ini, kasus positif virus corona di Iran sebanyak 91.472 jiwa dan 70.933 orang dinyatakan sembuh. (ans/ptr)