Keputusan tersebut didasarkan pada fakta bahwa tidak ada kasus baru virus corona dalam empat hari beruntun sejauh ini.
Dengan kembalinya PNS bekerja di kantor, pelayanan pemerintahan bisa kembali beroperasi di jam normal. Keputusan ini didasarkan pada penanganan pandemi corona yang sudah mulai bisa diatasi dengan baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam menyatakan pihaknya tetap berada dalam kondisi waspada meski melonggarkan sejumlah aturan ketat yang telah dibuat.
"Situasi saat ini fluktuatif dan WHO juga menegaskan hal yang sama. Kami harus terus dalam kondisi siap dan tidak melonggarkan aturan sekaligus, melainkan secara bertahap."
"Dalam kondisi melonggarkan aturan, ketika ada kebutuhan [mendesak], kami harus siap untuk kembali memperketat aturan. Kami baru benar-benar bisa santai ketika sudah ada vaksin dan mayoritas dari populasi punya kekebalan [terhadap virus]," kata Lam seperti dikutip dari Strait Times.
Sejauh ini Hong Kong masih melarang lebih dari empat orang untuk berkumpul dan tetap menutup gym serta bioskop. Peraturan ini diperpanjang hingga 7 Mei mendatang. Sedangkan orang-orang yang datang dari China wajib menjalani karantina selama 14 hari.
Menurut data Worldometer, Hong Kong mencatat 1.038 kasus positif corona dengan total kematian empat orang. (ptr/dea)