"Menyingkirkan? Setiap negara memiliki konotasi berbeda dengan (kata itu), tetapi yang kita pahami dari maksud PM (Ardern) adalah pengurangan dalam rantai penularan yang tidak terdeteksi di masyarakat," kata, Manajer WHO untuk kawasan Pasifik Barat, dr. Abdi Mahamud, seperti dilansir RNZ, Rabu (29/4).
"Tapi kita harus sangat berhati-hati untuk bergerak maju sehingga kita tidak terlena dengan perasaan berhasil," ujar Mahamud.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
WHO sangat terkesan dengan cara pemerintah Selandia Baru dalam melakukan pembatasan sosial.
"Pandangan kami tentang penanganan (Covid-19) di Selandia Baru telah menjadi salah satu yang terkuat di dunia dan ada banyak hal yang bisa dipelajari oleh komunitas global dari langkah penanganan tersebut," kata Mahamud.
"Ada beberapa aspek dari Selandia Baru yang bisa dengan mudah ditiru oleh semua negara, terlepas dari geografi dan sumber daya."
Mahamud mengatakan pada 7 Mei mendatang, Menteri Kesehatan Selandia Baru, David Clark, akan mengikuti konferensi virtual mingguan WHO untuk membahas kesulitan yang dihadapi negaranya dalam menghadapi wabah virus corona.
"Kami percaya pada strategi pemerintah Selandia Baru yang didasarkan pada bukti ilmiah," ujar Mahamud.
Mahamud juga mendesak Selandia Baru untuk mendukung negara-negara di kawasan Pasifik jika ditemukan wabah yang signifikan di negara-negara tersebut.
"Kami ingin meminta dukungan Selandia Baru ke negara-negara berkembang lainnya, khususnya Kepulauan Pasifik," ujarnya.
"(Masih) ada negara-negara Pasifik dengan sumber daya yang terbatas dan sistem kesehatan yang rapuh, sehingga (membutuhkan) bantuan kesehatan dan keuangan," ucap Mahamud.
(CNN Indonesia/Fajrian) |
(CNN Indonesia/Fajrian)