Mereka mengantar jasad seorang mahasiswa jurusan Manajemen Perhotelan bernama Vivian Remsanga (28). Dia meninggal karena serangan jantung di Chennai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekretaris Jenderal Asosiasi Kesejahteraan Mizo Chennai, Michael Lalrinkima, mengatakan polisi hanya dapat mengidentifikasi jasad tersebut setelah mereka menghubungi asosiasi minoritas lokal yang bisa menghubungkan mereka dengan pria itu.
Lalrinkima juga mengatakan ketika tiba di rumah duka, ambulans itu disambut oleh penduduk di Aizawl dan mereka bertepuk tangan, termasuk paman dan sepupu almarhum.
Pada 28 April Menteri Besar Menteri Mizoram, Zoramthanga, menulis ucapan terima kasih kepada pengemudi ambulans karena telah berbaik hati dan membantu orang lain melalui akun Twitternya.
[Gambas:Twitter]
Pengemudi ambulans tersebut menetapkan tarif sekitar 200.000 rupee atau US$2.645 untuk perjalanan pergi dan pulang.
Bukan perkara mudah bepergian saat India melaksanakan lockdown nasional sejak 25 Maret karena wabah virus corona. Aparat India dilaporkan tidak segan main tangan untuk menghukum para pelanggar.
Awalnya lockdown akan berakhir pada 14 April, tetapi kembali diperpanjang hingga 3 Mei mendatang.
Hingga hari ini terdapat 33.062 kasus positif virus corona di India, dengan 8.437 pasien sembuh, dan 1.079 orang meninggal dunia. (ans/ayp)