Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mengatakan sebagian besar sektor ekonomi dan aktivitas bisnis tersebut akan dibuka dengan persyaratan tertentu.
"Kami siap untuk melakukan pendekatan ketiga kami, yakni membuka kembali aktivitas ekonomi di seluruh negeri, dengan terkontrol dan berhati-hati," ujar Muhyiddin, Jumat (1/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama lockdown akibat virus corona, ia menyebut Malaysia kehilangan sekitar US$14 miliar.
Meski begitu, sekolah-sekolah tetap akan ditutup, juga beberapa sektor bisnis lain yang melibatkan orang-orang berada dalam jarak dekat seperti bioskop.
Malaysia memulai lockdown pada pertengahan Maret lalu. Dalam pekan-pekan terakhir, jumlah kasus positif baru menunjukkan penurunan, beberapa hari angkanya bahkan di bawah 100 orang.
Secara keseluruhan, Malaysia mencatat 6.000 kasus positif covid-19 dengan 100 kematian. (stu)