Gugus Patroli Lalu Lintas California menuturkan lebih dari 500 orang berdemo di pusat kota Sacramento menolak perintah Gubernur California Gavin Newsom untuk berdiam diri di rumah pada Jumat (1/5).
Lihat juga:Trump Lega Kim Jong Un Baik-baik Saja |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip NBC, demonstrasi berlangsung di tengah rasa jengah sebagian besar warga California dengan kebijakan pembatasan pergerakan guna mencegah penularan Covid-19 yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir di AS.
AS menjadi negara yang memiliki kasus dan angka kematian akibat corona tertinggi di dunia. Berdasarkan data statistik Worldometer per Minggu (3/5), AS tercatat memiliki 3.483.347 kasus Covid-19 dengan 67.444 kematian.
Selain di California, protes serupa juga muncul di sejumlah negara bagian AS lainnya hingga memicu beberapa wilayah melonggarkan kebijakan pembatasan pergerakan.
Meski begitu, Gubernur Newsom menuturkan California masih akan tetap menerapkan kebijakan pembatasan pergerakan sampai waktu yang belum ditentukan.
"Kita semua tidak sabar. Tapi kita harus benar-benar mempertimbangkan bagaimana kita membuka kembali perekonomian ini," ucap Newsom.
Newsom mencatat California masih menemukan kasus Covid-19 meski tren penularan terus menurun. Sejauh ini, negara bagian itu mencatat lebih dari 50 ribu kasus corona dengan 2.000 kematian.
"Kita bisa mengacaukan semua ini dengan membuat keputusan yang buruk. Semua ini berhasil karena orang-orang telah melakukan pekerjaan luar biasa terutama terkait menjaga jarak fisik di antara mereka," ujar Newsom.
Para pedemo menyerukan perintah tinggal di rumah yang dikeluarkan Gubernur Roy Cooper dicabut. Rencananya penguncian wilayah itu berlaku hingga 8 Mei.
Tak lama, pemimpin kelompok anti-lockdown di wilayah itu, Audrey Whitlock, dilaporkan terinfeksi virus corona dan diwajibkan untuk menjalani karantina. (nva/chrs)