Mengutip AFP, Pompeo mengatakan bahwa ada bukti kuat virus corona berasal dari laboratorium. Namun, dia tidak menyebut Wuhan atau China secara gamblang.
"Kami tidak memiliki kepastian dan ada bukti signifikan bahwa ini berasal dari laboratorium. Dua hal itu bisa saja benar," kata Pompeo seperti diberitakan AFP, Rabu (6/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada cara mudah untuk mengetahui jawabannya, tranparansi, keterbukaan, hal yang perlu dilakukan suatu negara jika benar-benar ingin menjadi bagian dalam penyelesaian pandemi global," kata Pompeo.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyebut virus corona berasal dari salah satu laboratorium di Wuhan, China. Dia mengklaim punya bukti mengenai hal itu. Namun, belum ia paparkan.
Tudingan Trump ditampik pemerintah China. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Perserikatan Bangsa-Bangsa pun menganggap Pemerintah Amerika Serikat cenderung spekulatif.
"Kami belum menerima data atau bukti spesifik dari pemerintah Amerika Serikat yang berkaitan dengan asal-usul virus. Jadi dari sudut pandang kami ini masih spekulatif," ucap Ryan mengutip AFP, Selasa (5/5).
Termutakhir, Salah seorang petinggi militer Amerika Serikat, yakni Jenderal Mark Milley mengaku tidak tahu apakah virus corona (Covid-19) benar-benar berasal dari laboratorium di Wuhan, China atau tidak. Pernyataannya bertentangan dengan Pemerintah AS.
"Apakah itu keluar dari laboratorium virologi di Wuhan, apakah itu terjadi di pasar basah di sana di Wuhan atau apakah itu terjadi di tempat lain? Dan jawabannya adalah kita tidak tahu," kata Milley mengutip CNN, Rabu (6/5).