AFP melaporkan, kebijakan tegas tersebut diambil karena saat ini Inggris telah menjadi negara kedua setelah AS yang memiliki angka kematian tertinggi akibat virus corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
The Times melaporkan, aturan baru tersebut akan diberlakukan dengan pemeriksaan langsung ke alamat yang diberikan para turis. Denda sebesar 1.000 poundsterling hingga deportasi sudah menanti bagi pelanggar aturan.
Rencananya, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan mengumumkan regulasi tersebut pada Minggu (10/5) waktu setempat.
Semula, sebagian warga Inggris menyangka Johnson akan melonggarkan bahkan mencabut aturan lockdown di Inggris. Namun, prediksi itu tampaknya urung terjadi dan pembatasan masih terus berlanjut hingga waktu yang belum pasti. (stu)