Trump merasa khawatir setelah muncul berita bahwa sejumlah staf Gedung Putih yang terinfeksi virus corona disebut bisa merusak rencananya membuka kembali perekonomian di AS. Disamping itu, kabar tersebut memudarkan pesannya yang selama ini mengatakan bahwa penularan Covid-19 telah menurun di Negeri Paman Sam.
Menurut sumber yang berbicara dengan Trump pada akhir pekan kemarin, Trump heran mengapa tidak ada orang yang meminta para staf Gedung Putih yang positif corona, termasuk ajudan pribadinya, menggunakan masker sepekan sebelum didiagnosa terinfeksi Covid-19.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir CNN, Trump percaya pemulihan ekonomi AS bisa dilakukan hanya ketika para gubernur negara bagian memutuskan mencabut pembatasan pergerakan.
Sementara itu, Presiden AS ke-45 itu disebut cemas jika tanda-tanda penularan virus corona muncul kembali di AS yang sampai saat ini masih menemukan peningkatan kasus baru dan angka kematian akibat Covid-19.
Foto: CNN Indonesia/FajrianInsert Artikel - Waspada Virus Corona |
Setelah ajudan pribadi Trump terinfeksi virus corona, seorang staf urusan media Wakil Presiden Mike Pence juga dikabarkan positif Covid-19. Namun, Pence tidak berencana mengisolasi diri meski salah satu stafnya itu telah terinfeksi corona.
Selain itu, seorang asisten putri Trump, Ivanka Trump, juga dinyatakan positif corona. Laporan itu muncul setelah sang asisten tidak terlihat bekerja selama beberapa pekan.
Saat hasil tes uji Covid-19 keluar dan hasilnya positif, Ivanka beserta suaminya yakni Jared Kushner buru-buru melakukan tes. Pada hari Jumat (8/5) waktu setempat, keduanya terbukti negatif.
Data statistik Worldometers mencatat saat ini AS memiliki 1.366.760 kasus positif virus corona. Sekitar 80.757 orang meninggal dan 255.654 pasien sembuh. (rds/evn)
Foto: CNN Indonesia/Fajrian