Pemerintahan Kanselir Angela Merkel baru-baru ini melaporkan klaster baru kasus virus corona di rumah potong hewan dan panti jompo.
Institut Kesehatan Publik Robert Koch (RKI) mengatakan saat ini masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan adanya gelombang kedua virus corona. Namun adanya laporan infeksi baru membuat pemerintah dan warga perlu mewaspadai potensi perkembangannya dalam beberapa hari mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan ini memicu kekhawatiran lantaran Merkel pada Rabu lalu mengumumkan pelonggaran pembatasan sosial setelah kurva virus corona mencatat penurunan.
Sebagian besar toko dan taman bermain telah dibuka kembali , sekolah-sekolah secara bertahap telah dibuka kembali. Sementara restoran, gimnasium, dan tempat ibadah di beberapa negara bagian juga mulai dibuka dengan menerapkan prosedur kesehatan tambahan.
Foto: CNN Indonesia/FajrianInsert Artikel - Waspada Virus Corona |
Selain itu, kompetisi sepak bola Bundesliga juga akan kembali dimulai terhitung pada 16 Mei dengan batasan penonton yang ketat.
Namun, pemerintah lokal mengatakan sepakat untuk memberlakukan kembali pebatasan sosial jika tingkat infeksi meningkat di atas 50 kasus per 100 ribu penduduk selama sepekan.
[Gambas:Video CNN]
Data yang dirilis Worldometers mencatat Jerman berada di urutan ketujuh kasus virus corona tertinggi di dunia dengan 171.879 kasus, 7.569 kematian dan 144.400 pasien sembuh.
Jerman dianggap terdepan dalam penanganan pasien Covid-19, terlihat dari rendahnya angka kematian dan upaya penanggulangan penyebaran virus. Sejumlah ahli mengatakan rendahnya tingkat kematian di Negeri Panser disebabkan cakupan pengujian secara luas.
Pengujian hingga ke tingkat negara bagian dan pelosok juga diikuti oleh perusahaan swasta yang bergerak cepat memproduksi sekitar 1,4 juta alat tes massal.
Pada 20 Maret, Presiden Utama Badan Kesehatan Masyarakat Jerman, Lothar Wieler mengatakan laboratorium memiliki kapasitas pengujian 160 ribu per minggu. Jerman juga memberlakukan aturan pembatasan lebih cepat dan akurat karena pengujian luas tersebut. (ans/evn)
Foto: CNN Indonesia/Fajrian