Kantor berita milik pemerintah, The Paper, melaporkan pihak berwenang mengumumkan rencana pengujian dalam sebuah 'pemberitahuan darurat' pada Senin (11/5).
"Setelah melalui serangkaian penelitian, diputuskan untuk melakukan 'pertempuran tes corona selama 10 hari' untuk mengidentifikasi kasus virus corona baru di Wuhan," tulis laporan tersebut seperti dilansir CNN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak berwenang setempat melaporkan kelima kasus baru tersebut berasal dari kompleks perumahan yang sama. Salah satu diantara pasien diketahui sebagai istri dari seorang pasien berusia 89 tahun yang sehari sebelumnya juga terinfeksi virus corona.
Foto: CNN Indonesia/FajrianInsert Artikel - Waspada Virus Corona |
"Saat ini tugas pencegahan dan pengendalian pandemi di kota ini masih sangat berat. Kita harus dengan tegas mengandung risiko kasus baru kembali," tulis otoritas setempat dalam sebuah pernyataan seperti mengutip Strait Times.
Semua kasus baru diklasifikasikan sebagai infeksi tanpa gejala klinis seperti demam. Sejauh ini belum diketahui jumlah infeksi kasus infeksi corona tanpa gejala karena baru diketahui hasilnya positif setelah menjalani tes.
[Gambas:Video CNN]
China sebelumnya tidak memasukkan kasus tanpa gejala ke dalam penghitungan kasus corona. Sekitar ratusan kasus corona tanpa gejala dilaporkan terjadi di Wuhan sejak 8 April lalu.
Pandemi virus corona membuat China menghadapi kritik dari sejumlah negara seperti AS dan Inggris karena dituding menganggap remeh virus dan menyembunyikan informasi ketika pertama kali muncul di Wuhan.
Namun tuduhan tersebut dibantah pemerintah China yang menegaskan pihaknya selalu berkomunikasi kepada Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan negara-negara lain. (cnn/evn)
Foto: CNN Indonesia/Fajrian