"Saya memerintahkan seluruh pasukan keamanan untuk mengakhiri mode pertahanan aktif, kembali ke posisi menyerang, dan melanjutkan operasi melawan musuh," ujar Ghani dalam siaran televisi setempat yang dilansir dari AFP, Rabu (13/5).
Ghani menilai langkah itu diambil demi mempertahankan negara, menjaga warga dan infrastruktur, serta melawan serangan dan ancaman dari kelompok teroris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Ghani menuding kelompok Taliban dan ISIS yang menjadi biang keladinya.
"Hari ini kita menyaksikan aksi teror oleh kelompok Taliban dan Daesh di Kabul dan pemakanan di Nangarhar, dan serangan lain di negara ini," ujar Ghani.
Sebagai informasi, pada Februari lalu, Amerika Serikat dan Taliban sepakat untuk mengurangi kekerasan yang terjadi selama bertahun-tahun di Afghanistan.
[Gambas:Video CNN]
Poin kesepakatan tersebut termasuk gencatan senjata dan pembebasan tahanan oleh Taliban dan Afghanistan. Selain itu, AS sepakat untuk menarik pasukannya dari Afghanistan secara bertahap mulai Maret.
Dalam kesepakatan tersebut, AS juga menuntut pemerintah Afghanistan untuk membebaskan 5.000 tahanan Taliban. Sebagai imbalannya, kelompok militan diminta untuk membebaskan 1.000 tawanan pro-pemerintah.
(afp/sfr)